Data Pribadi Saya

Nama Pemilik: Ig Fandy Jayanto

Alamat Rumah: Seputih Banyak, Kab. Lampung Tengah


Riwayat Pendidikan:

SD N 1 Sumber Baru
SMP N 1 Seputih Banyak
SMA Paramarta 1 {jurusan Ipa 1}
S1 di UM Metro {jurusan FKIP Matematika}

sedang menempuh pendidikan di Universitas Lampung (Unila)

Pekerjaan:
Guru di SMP Paramarta 1 Seputih Banyak
.........
.........
.........


Kamis, 11 Oktober 2012

PENGETIAN BELAJAR MENURUT BEBERAPA AHLI



 TUGAS INDIVIDU
BELAJAR DAN PEMBELAJARAN


Nama                      : Ignasius Fandy Jayanto
NPM                       : 11310006
Prodi                       : Matematika (A)


PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO





Menurut Ernest R. Hilgard dalam (Sumardi Suryabrata, 1984:252) belajar merupakan proses perbuatan yang dilakukan dengan sengaja, yang kemudian menimbulkan perubahan, yang keadaannya berbeda dari perubahan yang ditimbulkan oleh lainnya. Sifat perubahannya relatif permanen, tidak akan kembali kepada keadaan semula. Tidak bisa diterapkan pada perubahan akibat situasi sesaat, seperti perubahan akibat kelelahan, sakit, mabuk, dan sebagainya.
Pengertian Belajar menurut Gagne dalam bukunya The Conditions of Learning 1977, belajar merupakan sejenis perubahan yang diperlihatkan dalam perubahan tingkah laku, yang keadaaannya berbeda dari sebelum individu berada dalam situasi belajar dan sesudah melakukan tindakan yang serupa itu. Perubahan terjadi akibat adanya suatu pengalaman atau latihan. Berbeda dengan perubahan serta-merta akibat refleks atau perilaku yang bersifat naluriah.
Moh. Surya (1981:32), definisi belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksinya dengan lingkungan. Kesimpulan yang bisa diambil dari kedua pengertian di atas, bahwa pada prinsipnya, belajar adalah perubahan dari diri seseorang.

Menurut Slameto (Haling, 2006:1) mengemukakan bahwa belajar adalah suatu proses yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.

Wingkel (1991) dalam Haling (2006:2) menjelaskan bahwa belajar pada manusia merupakan suatu proses psikologi yang berlangsung dalam interaksi aktif subjek dengan lingkungan, dan menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang bersifat konstan/menetap. Perubahan-perubahan itu dapat berupa sesuatu yang baru yang segera nampak dalam perilaku nyata.


Stevens (1951) mengatakan  :
Suatu ilmu berusaha mendapatkan kejelasan dari suatu persoalan dengan cara menyesuaikan “a formal system of symbol” seperti bahasa, matematika logika dan sebagainya, dengan pengamatan-pengamatan secara empiris. Masalah-masalah dalam ilmu pengetahuan merupakan sesuatu yang terbuka bagi umum, jadi setiap orang boleh menguji kebenaran ilmu tersebut dan mencari kesalahan ilmu tersebut, tetapi sesuatu yang tidak ilmiah belum tentu salah karena kadang-kadang suatu ilmu tidak bisa dibuktikan secara empiris. Ilmu pengetahuan juga bukan merupakaan sesuatu yang rahasia dan bukan merupakan peristiwa yang unik.
Semua ilmu pengetahuan berusaha mendapatkan hukum-hukum/dalil-dalil (scientific law), yaitu suatu hubungan yang bisa dibuktikan secara konsisten antara dua atau/ lebih gejala atau peristiwa, sehingga teori ilmu pengetahuan mempunyai dua aspek   :
a.       Aspek formal  ; termasuk kata-kata, simbol, dan sebagainya.
b.      Aspek empiris  ; dalam suatu teori ternyata sangat kompleks, sehingga seringkali bagian formal dari teori bisa memberi kejelasan ataupun kesalahan dalam prediksi.

Definisi Belajar menurut Robert. M. Gagne dalam bukunya : The Conditioning of learning mengemukakan bahwa : Learning is a change in human disposition or capacity, wich persists over a period time, and wich is not simply ascribable to process of growth ; Belajar adalah perubahan yang terjadi dalam kemampuan manusia setelah belajar secara terus menerus, bukan hanya disebabkan oleh proses pertumbuhan saja. Gagne berkeyakinan, bahwa belajar dipengaruhi oleh faktor dari luar diri dan faktor dalam diri dan keduanya saling berinteraksi. Dalam teori psikologi konsep belajar Gagne ini dinamakan perpaduan antara aliran behaviorisme dan aliran instrumentalisme.

Ngalim Purwanto, (1992 : 84) mengemukakan belajar adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku, yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman. 



B.           ANALISIS TENTANG BELAJAR

Pada umumnya kebanyakan orang berpendapatan bahwa belajar hanya bisa diobservasi secara tidak langsung melalui perubahan tingkah laku sehingga untuk mendalami studi tentang belajar, orang harus mempelajari/mengobservasi tingkah laku.

Beberapa ahli berpendapat bahwa sebetulnya untuk studi tentang learning lebih baik dilakukan di lapangan/field (Naturalistic Observation) daripada di laboratorium.

Ada beberapa kelemahan studi di lapangan:
a.   Studi di lapangan situasinya sangat kompleks, sehingga sukar dilakukan observasi secara cermat & mencatat secara tepat.
b.   Ada kecenderungan pengamat mengklasifikasikan kejadian-kejadian dalam suatu kelompok.
Dari beberapa pendapat di atas, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
a) Bahwa belajar itu membawa perubahan (dalam arti behavioral changes, aktual maupun potensial)
b) Bahwa perubahan itu pada pokoknya adalah didapatkannya kecakapan baru
c) Bahwa perubahan itu terjadi karena usaha (dengan perbuatan sengaja)




C.                KESIMPULAN


Dari beberapa definisi belajar yang telah dikemukakan oleh beberapa ahli diatas, dapat kita tarik sebuah kesimpulan tentang arti belajar secara umum. Definisi belajar yaitu semua proses aktivitas mental atau psikis yang dilakukan oleh seseorang individu yang dengan sengaja yang kemudian menimbulkan suatu perubahan (mencapai sebuah hasil) sehingga terciptanya perubahan tingkah laku yang berbeda antara sesudah belajar dan sebelum belajar. Sifat perubahannya ini relatif permanen yang tidak akan kembali kepada keadaan semula. Jadi bisa disimpulkan bahwa jika seseorang telah belajar akan tetapi hasilnya nol besar berarti dia belum bisa dikatakan belajar. Karena sudah jelas dipaparkan diatas bahwa arti belajar yang sesungguhnya harus mencapai sebuah hasil (setelah belajar) yaitu perubahan.  
Belajar merupakan suatu usaha sadar yang dilakukan oleh seseorang individu dan menyebabkan adanya perubahan tingkah laku sebagai hasil respon terhadap lingkungan, respon ini dapat berupa respon langsung maupun tidak langsung. Pada dasarnya konsep belajar pada hewan dan manusia adalah sama, yaitu adanya stimulus (rangsangan) dan respon (reaksi). Individu akan cenderung mengulangi perbuatannya jika efek yang ditimbulkan berupa akibat yang menyenangkan. Keberhasilan seseorang dalam belajar dipengaruhi oleh kesiapan orang tersebut dalam menerima pelajaran. Selain itu latihan juga berpengaruh, semakin sering suatu pelajaran diulang, maka pelajaran itu akan semakin dikuasainya. Dalam belajar sesuatu bidang pelajaran, meliputi tiga proses, yaitu proses memperoleh informasi baru untuk menggantikan maupun menyempurnakan informasi maupun pengetahuan yang telah dimiliki. Selanjutnya yaitu proses transformasi, yaitu suatu proses memanipulasi pengetahuan agar sesuai dengan tugas yang baru. Transformasi ini meliputi cara-cara mengolah informasi untuk sampai pada kesimpulan yang lebih tinggi. Terakhir yaitu proses evaluasi untuk mengecek apakah manipulasi sudah memadai untuk dapat mencapai sasaran yang diinginkan.
Bicara tentang belajar tak luput dari istilah pembelajaran. Pembelajaran merupakan bentuk komunikasi dua arah yang berupa kegiatan di mana ada yang bertugas mengajar (pengajar) dan ada yang di ajar (pelajar). Di sekolah, kegiatan mengajar dilakukan oleh seorang guru sedangkan kegiatan belajar dilakukan oleh siswa. Proses pembelajaran adalah sebuah proses upaya bersama antara pengajar dan pelajar untuk berbagi dan mengolah informasi dengan tujuan agar pengetahuan yang terbentuk tertanam dalam diri siswa dan menjadi landasan belajar secara mandiri dan berkelanjutan. Sebuah proses pembelajaran yang baik, paling tidak harus melibatkan tiga aspek, yaitu aspek psikomotorik, aspek kognitif dan aspek afektif. Aspek psikomotorik dapat difasilitasi lewat adanya praktikum-praktikum dengan tujuan terbentuknya ketrampilan eksperimental. Aspek kognitif difasilitas lewat berbagai aktifitas penalaran dengan tujuan adalah terbentuknya penguasaan intelektual. Sedangkan aspek afektif dilakukan lewat aktifitas pengenalan dan kepekaan lingkungan dengan tujuan terbentuknya kematangan emosional.



DAFTAR PUSTAKA

http://belajarpsikologi.com/pengertian-belajar-menurut-ahli/
http://mbegedut.blogspot.com/2011/02/pengertian-belajar-menurut-para-ahli.html


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Selamat Datang Di Blogger Ignasius Fandy Jayanto