Data Pribadi Saya

Nama Pemilik: Ig Fandy Jayanto

Alamat Rumah: Seputih Banyak, Kab. Lampung Tengah


Riwayat Pendidikan:

SD N 1 Sumber Baru
SMP N 1 Seputih Banyak
SMA Paramarta 1 {jurusan Ipa 1}
S1 di UM Metro {jurusan FKIP Matematika}

sedang menempuh pendidikan di Universitas Lampung (Unila)

Pekerjaan:
Guru di SMP Paramarta 1 Seputih Banyak
.........
.........
.........


Sabtu, 21 Januari 2012

MAKALAH CONJUNCTION

BAHASA INGGRIS
CONJUNCTION
Untuk memenuhi salah satu tugas perbaikan nilai mata kuliah Bahasa Inggris



Disusun oleh:
Nama        : Ignasius Fandy Jayanto
NPM        : 11310006

PENDIDIKAN MATEMATIKA (A)

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO
2012


KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini tepat pada waktunya yang berjudul “Conjunction”. Selesainya penyusunan ini berkat bantuan dari berbagai pihak oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis sampaikan terima kasih kepada yang terhormat :
1.    Dosen pengampu mata kuliah Bahasa Inggris yang telah memberikan tugas, petunjuk, kepada kami sehingga kami termotivasi dan menyelesaikan tugas ini.
2.    Secara khusus penulis menyampaikan terima kasih kepada keluarga tercinta yang telah memberikan dorongan dan bantuan serta pengertian yang besar kepada penulis, baik selama mengikuti perkuliahan maupun dalam menyelesaikan makalah ini.
Diharapkan makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang Conjunction. Menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
     Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir.

                            Metro, 18 Januari 2012


    IGNASIUS FANDY JAYANTO
    NPM 11310006
DAFTAR ISI


Halaman Judul        1
Kata Pengantar        2
Daftar Isi        3
BAB I PENDAHULUAN
A.       Latar Belakang        4
B.       Identifikasi Masalah        4
C.       Tujuan        5
BAB II PEMBAHASAN
Pengertian Conjunctions        6
Penggunaannya        7
Coordinating conjunctions        7
Paired conjunctions/Correlative conjunctions        9
Subordinating conjunctions        10
Conjunction dan Causative Have and Get        16
Causative Have And Get        18
BAB III KESIMPULAN        21
DAFTAR PUSTAKA        23
BAB I
PENDAHULUAN

A.       Latar Belakang
Wawasan dan ilmu pengetahuan kita demi kemajuan bangsa dan negara kita, karena kita akan dapat membaca literatur-literatur bahasa Inggris, mendengarkan siaran-siaran radio luar negeri, serta menontong film-film ilmu pengetahuan yang lainnya. Dengan demikian, pada akhirnya kita dapat menguasai pengetahuan-pengetahuan di segala bidang.
Bahasa pada umumnya mempunyai kaidah-kaidah atau sering kita sebut dengan istilah tata bahasanya masing-masing, begitupun dengan bahasa Inggris, banyak sekali kaidah-kaidah yang harus diperhatikan dalam penggunaannya, terutama dalam bidang writingnya. Oleh karena itu, penulis mencoba menyajikan empat kaidah dari sekian banyak kaidah bahasa Inggris, selain untuk memenuhi tugas kuliah juga bertujuan semoga tulisan sesingkat ini dapat menambah wawasan kita tentang bahasa Inggris.
B.       Identifikasi Masalah
Dalam tulisan ini kami simpulkan beberapa yang akan kami bahas, yaitu:
1.    Apa yang dimaksud Conjunction, rumus serta bagaimana contohnya?
2.    Bagaimana pengertian Conjunction, seperti apa rumusnya, pembagiannya serta contohnya?
3.    Ada berapa jenis dan Apa saja jenis Conjunction?

C.       Tujuan
Dari identifikasi masalah di atas, maka penulis tentunya bertujuan untuk menjelaskan atau memaparkan point-point tersebut, sesuai dengan pengetahuan yang kami peroleh, baik dari buku sumber maupun dari guru-guru kami. Semoga semuanya memberikan manfaat bagi kita. Bila ada kesalahan tulisan atau kata-kata di dalam makalah ini, penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya.

BAB II
PEMBAHASAN

Pengertian Conjunctions
Conjunctions adalah kata sambung/konjungsi yang menghubungkan bagian-bagian ujaran dalam kalimat: kata dengan kata, frase dengan frase, atau klausa dengan klausa yang mempunyai kedudukan setara atau sejenis. Kata-kata yang setara ini bisa berupa hubungan antara noun dengan noun, adverb dengan adverb, adjective dengan adjective, verb dengan verb, juga phrase dengan phrase, dan clause dengan clause.
Contoh:
- We could go to the library, or we could go to the park.
- He neither finished his homework nor studied for the test.
- I went out because the sun was shining.
Tiga macam bentuk konjungsi (conjunction forms):
a. Single Word, misalnya: and, but, because, although, or.
b. Compound (biasanya berakhiran as atau that), misalnya: as long as, in order that, etc.
c. Correlative, misalnya: so…that, both…and, neither…nor, etc.
Tiga jenis konjungsi, yaitu: coordinating conjunctions (simple conjunctions), correlative conjunctions, dan subordinating conjunctions. Disamping ketiga jenis tersebut, ada adverbia yang digunakan sebagai konjungsi, yaitu conjunctive adverbs.

Memahami penggunaan konjungsi dan hubungan antar klausa merupakan hal penting untuk mengenali setiap bagian dalam kalimat lengkap. Ada empat kegunaan utama dari konjungsi, yaitu: menambah informasi (adding information), menunjukkan sebab dan akibat (showing cause and effect), menunjukkan urutan waktu (showing time sequence), dan membedakan atau membandingkan informasi yang satu dengan yang lain (contrasting one piece of information with another).
a. Adding information: and, but, or.
b. Showing cause and effect: as, since, because, if.
c. Showing time sequence: after, since, as, until.
d. Contrasting one piece of information with another: unless, although.

Mengenal pola konjungsi sangat membantu dalam menggali ide atau pokok pikiran yang berkaitan dengan seluruh teks di dalam kalimat dan antar kalimat.

Penggunaannya
Conjunction atau atau connector atau kata sambung adalah kata yang digunakan untuk menghubungkan/menggabungkan kata dengan kata yang lain, phrase dengan phrase yang lain, atau clause dengan clause yang lain. Ada 3 tipe conjunctions: coordinating conjunctions, correlative conjunctions, dan subordinating conjunctions.
1). Coordinating conjunctions
Conjuctions ini digunakan untuk menggabungkan kata dengan kata yang lain, menggabungkan phrase dengan phrase yang lain, atau kalimat dengan kalimat yang lain. Yang dihubungkan oleh conjunction tipe ini harus merupakan element kalimat yang sama, misalnya: subject+subject, verb phrase+verb phrase, sentence+sentence.
Ada 7 coordinating conjunctions yaitu: for, and, nor, but, or, yet, so. Untuk mempermudah mengingatnya coba gunakan akronim ini: FANBOYS; F untuk for, A untuk and, N untuk nor, dan seterusnya.
Contoh:
1.    The boy keeps the lights on, for he is afraid of sleeping in the dark. (Anak itu membiarkan lampunya menyala karena dia takut tidur dalam keadaan gelap).
2.    He has one good dictionary and at least 3 good English books. (Dia punya 1 kamus bagus dan paling tidak 3 buku bahasa Inggris bagus).
3.    She is a vegetarian. She will not eat beef, nor will she eat chicken. (Dia seorang vegetarian. Dia tidak akan makan daging sapi, dia juga tidak akan makan daging ayam).
4.    She is cute but evil. (Dia cantik tapi jahat).
5.    Do you want to go with me or to stay home? (Apakah kamu mau ikut saya atau tinggal di rumah?).
6.    I didn’t study, yet I passed the exam. (Saya tidak belajar, tetapi saya lulus).
7.    My dad was very tired, so he went to bed earlier. (Papa saya sangat capek, oleh karena itu dia pergi tidur lebih awal).
Note:
•    Gunakan koma sebelum conjunction jika conjunction tersebut menggabungkan dua kalimat. Koma juga digunakan jika conjunctions menggabungkan lebih dari 2 kata atau phrase. Contoh: We studied math, physics, and chemistry last semester.
•    For juga berfungsi sebagai preposition. Sebagai preposisiton, for diikuti oleh noun. Contoh: I am waiting for a cab. (i.e. cab = taxi)
•    Yet juga berfungsi sebagai adverb. Contoh: I haven’t finished reading this article yet. Lihat penggunaan adverb yet pada pembahasan tentang present perfect tense.
•    So = as jika diikuti oleh adjective/adverb. Lihat penggunaannya pada pembahasan tentang comparisons.
2). Paired conjunctions/Correlative conjunctions
Conjunctions ini juga menggabungkan element-element kalimat seperti di atas. Bedanya adalah selalu digunakan secara berpasangan.
both…and    either…or
not only…but also    neither…nor
Contoh:
1.    Both my sister and my brother can play the guitar. My sister dan my brother dua-duanya bisa main gitar).
2.    He is not only handsome but also smart. (Dia bukan saja tampan tapi juga pintar). Note: jika not only diletakkan di awal kalimat, lakukan inversi terhadap auxiliary/be/do,does,did ke depan subject kalimat. Jadi kalimat ini juga dapat ditulis: Not only is he handsome but also smart.
3.    Either the students or the teacher is going to go to the museum tomorrow. (Baik murid-murid maupun guru akan pergi ke museum besok).
4.    Neither John, Sussie nor I have a good studying habit. (Baik John, Sussie maupun saya tidak punya kebiasaan belajar yang baik). Mungkin, belajarnya hanya jika ada ujian.
Note: Dengan perkecualian both…and, jika corrective conjunctions menggabungkan singular dan plural subjects, bentuk verb (apakah singular atau plural) ditentukan oleh subject yang paling dekat dengan (yang langsung diikuti oleh) verb tersebut.
Perhatikan: pada contoh 3 digunakan is going to (bukan are going to) karena langsung mengikuti the teacher (singular subject). Pada contoh 4 digunakan have (bukan has) karena langsung mengikuti I. Sekarang coba kita perhatikan penulisannya, ketika posisi subjectnya diputar:
1.    Either the teacher or the students are going to go to the museum tomorrow. (Baik guru maupun murid-murid akan pergi ke museum besok).
2.    Neither John, I nor Sussie has a good studying habit. (Baik John, saya maupun Sussie tidak punya kebiasaan belajar yang baik).
3). Subordinating conjunctions
Subordinating conjuctions adalah kata-kata yang dapat digunakan untuk membentuk adverbial clause (yang umumnya merupakan anak kalimat /subordinate clause) dari kalimat pokok (main clause). Jumlah conjunctions tipe ini sangat banyak dan pada umumnya adalah adverbs. Conjunction tipe ini dapat dikelompokkan menjadi 5, yaitu conjunction yang menyatakan waktu (time), sebab akibat (cause dan effect), makna berlawanan (opposition), tujuan (purpose), dan pengandaian (conditional).
a. Digunakan untuk menyatakan waktu (time).
Waktu
after (setelah)    till (hingga/sampai)    the first time (pertama kali)
before (sebelum)    as soon as (segera setelah)    the second time (kedua kali)
when (ketika)    once (segera setelah)    the last time (terakhir kali)
while (sementara)    as long as (sepanjang)    the next time (kali berikut)
as (sementara)    so long as (sepanjang)    by the time
since (sejak)    whenever (setiap kali)   
until (hingga/sampai)    every time (setiap kali)   
Contoh:
1.    We will play football after we finish doing the homework. (Kami akan main bola setelah kami selesai mengerjakan PR).
2.    Before they got married last month, they had been seeing each other for almost ten years. (Sebelum mereka kawin bulan lalu, mereka telah pacaran selama hampir 10 tahun).
3.    When I got home last night, someone was trying to break into my house. (Ketika saya tiba di rumah tadi malam, seseorang sedang mencoba masuk ke rumah saya). Note: Break into = masuk biasanya karena berniat jahat, i.e. mau mencuri, ect.)
4.    A friend of mine felt asleep on his desk while the teacher was teaching. (Teman saya tertidur di mejanya sementara pak guru menerangkan).
5.    She has turned into a different person since she became a famous artist. (Dia telah berubah menjadi orang yang berbeda sejak dia menjadi artis terkenal).
6.    I will keep studying hard until the final exam is over next week. (Saya akan terus belajar keras sampai ujian akhir selesai minggu depan).
7.    We will leave as soon as the rain stops. (Kita akan pergi/berangkat segera setelah hujan berhenti).
8.    As long as I live, I will never see your fucking ugly face again. (Selama saya hidup, saya tidak akan pernah mau lihat wajah kamu (yang sangat jelek) lagi). Subject ‘I’ sangat, sangat marah nih.
9.    Whenever I look at her picture, my heart beats fast. (Setiap kali saya pandang fotonya, jantung saya berdetak kencang).
10.    The first time we went to Bali, we went to Tanah Lot. (Pertama kali kami pergi ke bali, kami pergi ke Tanah Lot).
11.    The next time I play you, I will kick your ass. (Kali berikut saya main (lawan) kamu, saya akan kalahkan kamu. Note: kick your ass = kick your butt = mengalahkan. Sangat informal.
b. Digunakan untuk menyatakan sebab akibat (cause-effect).
Sebab akibat
because (karena)    inasmuch as (karena)    so…that (sehingga)
since (karena)    now that (karena sekarang)    such …that (sehingga)
as (karena)       
Contoh:
1.    He got an accident because he drove while he was drunk. (Dia mendapat kecelakaan karena dia nyetir sementara mabuk).
2.    I passed that course easily since the questions were very easy. (Saya lulus mata kuliah itu dengan mudah karena soal-soalnya sangat mudah).
3.    Now that the semester is finished, I am going to rest for a few days and then take a trip to Bali. (Karena sekarang semesteran sudah selesai, saya akan istrahat selama beberapa hari kemudian tamasya ke Bali).
4.    As she had nothing to do, she asked me to come over to her house. (Karena dia tidak ada yang dikerjakan, dia meminta saya pergi ke rumahnya).
5.    Inasmuch as the two countries’ leaders didn’t reach an agreement, the possibility of war between the two countries remains open. (Karena kedua kepala negara tidak mencapai suatu kesepakatan, kemungkinan adanya perang antara kedua negara tersebut masih tinggi).
6.    The coffee is so hot that I can’t drink it. (Kopinya begitu panas, oleh karena itu, saya tidak dapat meminumnya).
7.    He has such a nice body that a lot of girls are attracted to him. (Dia punya badan yang begitu bagus, oleh karena itu, banyak cewek yang tertarik padanya).
c. Untuk menyatakan makna yang berlawanan (opposition).
Makna yang Berlawanan
although (walaupun    even though (walaupun)    while (sedangkan)
though (walaupun)    whereas (sedangkan)    no matter (tidak memandang)
Contoh:
1.    Although he is not tall, he is a very good volleyball player. (Walaupun dia tidak tinggi, dia seorang pemain bola volley yang sangat hebat).
2.    Jenny is rich, whereas Joni is poor. (Jenny kaya sementara Joni miskin).
3.    No matter how hard I tried, the math problems couldn’t be solved. (Tidak memandang betapa kerasnya saya mencoba, soal-soal matematika itu tidak dapat dipecahkan/diselesaikan).
d. Untuk menyatakan tujuan (purpose).
Tujuan
in order to (agar)    in order (that) (agar)    so that (agar)
Contoh:
1.    During the class, we need to be quiet in order to be able to listen to what the teacher says.
2.    I turned off the TV so that my roommate could study well.
3.    I turned off the TV in order (that) my roommate could study well.
4.    They keep practicing their English in order (that) their English improves steadily. (Mereka terus berlatih bahasa Inggris agar bahasa Inggrisnya terus meningkat).
Note: a) in order to diikuti oleh verbs, sedangkan in order (that) dan so that diikuti oleh clause (i.e. S +V). b). Arti so that di sini berbeda dengan so that untuk menyatakan sebab akibat. Perhatikan juga perbedaan polanya.
e. Untuk menyatakan pengandaian (conditional).
Conditional
if (jika)    whether or not    in case (that) (jika)
unless (jika tidak)    even if (walaupun jika)    providing (that) = if or only if
only if (hanya jika)    in the event (that)    provided (that) = if or only if
Contoh:
1.    If my parents were not home, I would invite my friends to come over. (jika orangtua saya tidak di rumah, saya akan undang teman-teman saya datang ke rumah).
2.    I will go unless it rains. (Saya akan pergi jika tidak hujan). Note: unless = if…not. Jadi, kalimataya dapat ditulis menjadi: I will go if it doesn’t rain.
3.    I don’t care no more whether or not you want to study = I don’t care no more whether you want to study or not. (Saya tidak peduli lagi apakah kamu mau belajar atau tidak).
4.    I have decided to marry her. Even if my parents disagree, I am going to marry her. (Saya telah memutuskan untuk mengawininya. Walaupun jika orang tua saya tidak setuju, saya akan (tetap) mengawininya).
5.    I’ll be in the library in case you want to find me. Note: in case = if
6.    The general election will go to the second round only if no candidate gets 50% + 1 votes during the first round. (Pemilu akan masuk ke putaran kedua hanya jika tidak ada kandidat yang memiliki perolehan suara 50% + 1 waktu putaran pertama. Note: Jika only if diletakkan di awal kalimat, maka dilakukan inversi auxiliary/be/do,does,did) ke depan subject main clause. Kalimat ini dapat ditulis menjadi: Only if no candidate gets 50% + 1 votes will the general election go to the second round.


Conjunction dan Causative Have and Get
1. Pengantar
konjungsi atau kata penghubung berfungsi menghubungkan kata dengan kelompok kata atau kelompok kata dalam suatu kalimat. konjungsi dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu coordinate conjunctions (konjungsi setara) dan subordinate conjunctions atau konjungsi bertingkat.
konjungsi setara (co-ordinate conjunction) seperti misalnya and, but, or dan nor. jenis konjungsi ini menghubungkan kata benda dengan kata benda, kata kerja dengan kata kerja, kelompok kata dengan kelompok kata, klausa dan sebagainya.
contoh :
1. I lost my book and my pens
2. she didn’t go to semarang and surabaya
konjungsi seperti di atas dapat digabungkan dengan kata-kata lain seperti misalnya : both.. and, not only … but also …, either … or …; meither … nor..
2. Dalam bahasan ini akan dibahas konjungsi bertingkat (subordinate conjunction) karena hal ini sangat penting dan perlu dikuasai bagi para siswa.
a. Accordingly = therefore = karena itu
contoh : Gadjah Mada Universitas is a famous university in indonesia; accordingly manya students want to study there.
b. after all = bagaimanapun juga
contoh : there are many good schools; after all our school is the best
c. All the same = However = nevertheless = namun semikian
contoh : the government has given them a new market places; all the same some of them keep selling their things at the dirty place
d. Consequently = as a result = akibat
contoh : His father died five years ago; consequently, all the responsibilities to raise the children fell on his mother
e. For = since = because = as = karena
contoh : Everyone is looking for him, for he is the only peron who knows where the key is.
f. Hence = karena alasan itu, dengan demikian, mulai saat ini
contoh : we were born when his parents worked in irian, hence he is nemed irianto
g. In order that = so that = sehingga
contoh : we must study hard ; in order that we can pass the exam
h. In case = kalau-kalau
contoh : you’d better take an umbrella; in case it rains
i. In the meantime = meanwhile = sementara itu
contoh : go to the shop and buy me a magazine; in the meantime, I will take a bath.
j. moreover = further more = lagi pula
contoh : she is beautiful moreever she is very kind
k. Namely : yaitu
contoh : ther is only one student who student who fails the exam, namely lena.
l. while = whereas = sedangkan
contoh : he like coffee very much while I don’t
m. on the other hand = on the contrary = sebaliknya
contoh : he lovesusic; on the other hand his father hates very much
n. otherwise = unless = jika tidak
contoh : please study hard, otherwise you’ll fall the exam.
o. say = taruhlah
contoh : can you lead me money ; say five thousend rupiahs ?

CAUSATIVE HAVE AND GET
A. Pengatar
Causative “have” adalah susunan kalimat dengan menggunakan “have” yang digunakan untuk menyatakan suatu pekerjaan yang dikerjakan orang lain untuk “subject”. jadi “have” ini berarti menyuruh atau memerintah.
B. Pola Causative Have dan Get
1. Causative have dan get object aktif
disini objek melakukan kegiatan sesuai dengan keinginan subject. adapun susunan kalimatnya sebagai berikut :
S+have+O1+V1+O2
contoh :
I have the mechanic repair my car. (sayaa menyuruh montir itu mmeperbaiki mobil saya)
Apabila menggunakan “get” susunan kalimatnya sebagai berikut:
S+get+O2+to V1 + O2
contoh :
I get the maid to press my dresses. (saya menyuruh pelayan menyeterikan baju-baju saya)
2. Causative have dan get dengan objek pasif
dalam susunan ini subjek menghendaki seseorang untuk melakukan sesuatu terhadap objek penderita.
adapun susunan kalimatnya sebagai berikut :
S+have+O+V3
contoh : I have my car washed. 9saya menyuruh mobil saya dicuci)
apabila menggunakan “get” pola kalimatnya sebagai berikut :
S+get+O+V3
contoh : I get my trosers shortened. (saya menyuruh celana panjang saya dipendekan)


BAB III
KESIMPULAN

Dari Makalah tersebut dapat disimpulkan bahwa Conjunctions adalah kata sambung/konjungsi yang menghubungkan bagian-bagian ujaran dalam kalimat: kata dengan kata, frase dengan frase, atau klausa dengan klausa yang mempunyai kedudukan setara atau sejenis. Kata-kata yang setara ini bisa berupa hubungan antara noun dengan noun, adverb dengan adverb, adjective dengan adjective, verb dengan verb, juga phrase dengan phrase, dan clause dengan clause.
Tiga jenis konjungsi, yaitu: coordinating conjunctions (simple conjunctions), correlative conjunctions, dan subordinating conjunctions. Disamping ketiga jenis tersebut, ada adverbia yang digunakan sebagai konjungsi, yaitu conjunctive adverbs. Conjunction atau atau connector atau kata sambung adalah kata yang digunakan untuk menghubungkan/menggabungkan kata dengan kata yang lain, phrase dengan phrase yang lain, atau clause dengan clause yang lain. Ada 3 tipe conjunctions: coordinating conjunctions, correlative conjunctions, dan subordinating conjunctions
Coordinating conjunctions digunakan untuk menggabungkan kata dengan kata yang lain, menggabungkan phrase dengan phrase yang lain, atau kalimat dengan kalimat yang lain. Yang dihubungkan oleh conjunction tipe ini harus merupakan element kalimat yang sama, misalnya: subject+subject, verb phrase+verb phrase, sentence+sentence. Paired conjunctions/Correlative conjunctions juga menggabungkan element-element kalimat seperti di atas. Bedanya adalah selalu digunakan secara berpasangan.
Subordinating conjuctions adalah kata-kata yang dapat digunakan untuk membentuk adverbial clause (yang umumnya merupakan anak kalimat /subordinate clause) dari kalimat pokok (main clause). Konjungsi atau kata penghubung berfungsi menghubungkan kata dengan kelompok kata atau kelompok kata dalam suatu kalimat. konjungsi dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu coordinate conjunctions (konjungsi setara) dan subordinate conjunctions atau konjungsi bertingkat.

DAFTAR PUSTAKA


Annonimus.(2012).Conjunction Kata Penghubung (online)
http://penggunaantensesgrammarbahasainggris.blogspot.com/2011/02/penggunaan-conjunction-kata-penghubung.html diakses pada hari Rabu pada tanggal 18 Januari 2012.pukul 08.35 WIB
Annonimus.(2012).Conjunction (online)
http://www.scribd.com/doc/55947244/makalah diakses pada hari Rabu pada tanggal 18 Januari 2012.pukul 08.39 WIB


2 komentar:

  1. Bang Fandy...
    Termakasih banyak atas contoh makalahnya
    tentang Conjunction. sukses slu untukmu yang luar biasa....... :)

    BalasHapus

Selamat Datang Di Blogger Ignasius Fandy Jayanto