Data Pribadi Saya

Nama Pemilik: Ig Fandy Jayanto

Alamat Rumah: Seputih Banyak, Kab. Lampung Tengah


Riwayat Pendidikan:

SD N 1 Sumber Baru
SMP N 1 Seputih Banyak
SMA Paramarta 1 {jurusan Ipa 1}
S1 di UM Metro {jurusan FKIP Matematika}

sedang menempuh pendidikan di Universitas Lampung (Unila)

Pekerjaan:
Guru di SMP Paramarta 1 Seputih Banyak
.........
.........
.........


Rabu, 20 Juli 2011

YESUS MENCARI MURID-MURID-NYA YANG TERTIDUR


YESUS MENCARI MURID-MURID-NYA YANG TERTIDUR



Kendati segalanya, beban yang dahsyat dan kelelahan yang hebat, pula keringat Darah, Aku dihantam sedemikian rupa hingga ketika Aku pergi mencari para Rasul-Ku, Aku merasa sama sekali kehabisan tenaga.

Petrus, Yohanes, Yakobus! Di manakah gerangan kalian hingga Aku tidak melihat kalian siaga? Bangunlah, lihatlah Wajah-Ku, lihatlah bagaimana sekujur Tubuh-Ku gemetar dalam pencobaan yang Aku alami ini! Mengapakah kalian tidur? Bangunlah dan berdoalah bersama-Ku; Aku mencucurkan keringat Darah bagi kalian!

Petrus, murid pilihan-Ku, tidakkah engkau peduli terhadap Passio-Ku? … Yakobus, begitu banyak kali Aku telah memperlakukanmu secara istimewa, lihatlah Aku dan ingatlah Aku! Dan engkau Yohanes, mengapakah engkau membiarkan dirimu tenggelam dalam tidur bersama yang lain? Engkau dapat menanggung lebih daripada mereka…. Janganlah tidur, berjagalah dan berdoalah bersama-Ku!

Inilah apa yang Aku dapatkan: Aku mencari penghiburan, namun Aku malahan mendapatkan kesedihan yang terlebih memilukan. Mereka bahkan tidak bersama-Ku. Kemana lagikah Aku harus pergi? … Benar, BapaKu memberi-Ku hanya apa yang Aku minta, supaya penghakiman terhadap segenap umat manusia dapat ditimpakan atas-Ku. BapaKu, tolonglah Aku! Engkau dapat melakukan segala sesuatu; tolonglah Aku!

Aku berdoa lagi sebagai seorang manusia yang segala pengharapannya telah diputuskan dan yang rindu mendapatkan pengertian dan penghiburan dari atas. Tetapi, apakah yang dapat dilakukan BapaKu apabila Aku telah secara sukarela memilih untuk membayar lunas semuanya? Pilihan-Ku tidak berubah. Namun demikian, penolakan alamiah datang sampai pada tahap yang begitu dahsyat hingga kemanusiaan-Ku dikuasainya.

Lagi, Aku jatuh tersungkur dengan wajah mencium tanah sebab aib segala dosa kalian; lagi, Aku mohon kepada BapaKu untuk menjauhkan Cawan daripada-Ku. Tetapi Ia menjawab bahwa, jika Aku tidak minum darinya, maka akan seolah Aku tidak pernah datang ke dunia ini, dan Ia meminta-Ku untuk menghibur Diri sebab banyak makhluk ciptaan yang akan ikut ambil bagian dalam sakrat maut-Ku di Taman.

Aku menjawab: Ya Bapa, janganlah Kehendak-Ku yang terjadi, melainkan Kehendak-Mu. Malaikat ini telah meyakinkan-Ku akan Kasih-Mu; dan sukacita sekejap yang Engkau kirimkan kepada-Ku ini, telah mendatangkan kebajikan bahkan dengan penolakan alamiah-Ku. Berikanlah makhluk-makhluk ciptaan kepada-Ku; mereka yang Aku tebus. Engkau Sendiri-lah yang mengambil mereka sebab bagi-Mu Aku menerimanya. Aku ingin melihat-Mu puas. Aku persembahkan kepada-Mu segala sengsara-Ku dan Kehendak-Ku yang tak berubah, bahwa dalam kebenaran tidak bertentangan dengan kehendak-Mu, sebab Kita senantiasa Satu…. Bapa, Aku hancur binasa, namun dengan demikian Kasih Kita akan dikenali. Kehendak-Mu-lah yang terjadi, bukan Kehendak-Ku!

Lagi, Aku kembali untuk membangunkan Murid-murid-Ku, tetapi berkas-berkas sinar Keadilan Ilahi telah meninggalkan-Ku dalam keterpurukan yang mengerikan…. Mereka diliputi ketakutan kala mereka melihat-Ku bagai seorang gila, dan dia yang paling menderita adalah Yohanes. Aku diam … mereka terpaku…. Hanya Petrus yang memiliki keberanian untuk berbicara. Petrus yang malang, andai saja ia tahu bahwa sebagian sengsara-Ku diakibatkan olehnya.

Aku membawa serta ketiga sahabat-Ku agar Aku dapat beristirahat dalam mereka dan dalam kasih mereka, agar mereka dapat menolong-Ku dengan ikut ambil bagian dalam sengsara-Ku dan berdoa bersama-Ku…. Bagaimanakah akan dapat Aku gambarkan apa yang Aku rasakan kala Aku melihat mereka tertidur?

Betapa Hati-Ku berduka bahkan hingga hari ini dan, rindu mendapatkan kelegaan dalam jiwa-jiwa-Ku, Aku pergi kepada mereka dan mendapati mereka tertidur. Lebih dari sekali, ketika Aku hendak membangunkan mereka dan menyadarkan mereka, agar lepas dari kekhawatiran-kekhawatiran mereka, mereka menjawab-Ku, jika tidak dengan perkataan, dengan perbuatan, “Jangan sekarang, aku terlalu lelah; ada banyak hal yang harus aku kerjakan; tidak baik bagi kesehatanku; aku butuh sedikit waktu; aku butuh ketenangan.”

Aku mendesak dan dengan lembut berkata kepada jiwa: Janganlah takut. Jika demi Aku engkau mengorbankan istirahatmu, Aku akan mengganjarimu. Mari dan berdoalah bersama-Ku, hanya satu jam saja! Lihat, inilah saat di mana Aku membutuhkanmu! Jika engkau berhenti, tidakkah engkau sekarang akan ketinggalan? Berapa banyak kali Aku mendengar jawaban yang sama!

Jiwa yang malang, engkau tak sanggup berjaga satu jam saja bersama-Ku. Segera Aku akan datang dan engkau tidak akan mendengar Aku sebab engkau tertidur. Aku rindu menganugerahimu Rahmat, tetapi karena engkau tertidur, engkau tidak akan dapat menerimanya. Dan siapakah yang akan dapat menjamin bahwa kelak engkau akan mempunyai kekuatan untuk bangun ?… Mungkin karena tidak mendapatkan makanan, jiwamu akan lemah dan engkau tidak akan dapat keluar dari kelesuan itu.

Banyak jiwa-jiwa terkejut oleh kematian di tengah tidur yang pulas dan, di manakah dan bagaimanakah mereka terbangun?

Jiwa-jiwa terkasih, Aku juga hendak mengajarkan kepada kalian bagaimana tak berguna dan sia-sianya mencari penghiburan dalam makhluk ciptaan. Betapa sering mereka tertidur dan, bukannya mendapatkan kelegaan yang Aku cari dalam diri mereka, malahan Aku pergi dengan kepahitan sebab mereka tidak menanggapi kerinduan Kami pun kasih Kami.

Ketika Aku berdoa kepada BapaKu dan memohon pertolongan, jiwa-Ku yang berduka dan ditinggalkan menderita sakrat maut. Aku merasa dikuasai oleh beban paling ngeri dari kedurhakaan.

Darah yang memancar dari segenap pori-pori Tubuh-Ku dan yang dalam waktu singkat akan memancar keluar dari segala luka-luka-Ku, akan menjadi sia-sia bagi sejumlah besar jiwa-jiwa yang akan tersesat. Banyak yang akan menghinakan Aku dan banyak yang tidak akan mengenali Aku! Sebentar lagi Aku akan menumpahkan Darah-Ku bagi semua orang dan jasa-jasa-Ku akan diperuntukkan bagi masing-masing dari mereka. Darah Ilahi! Jasa-jasa yang tak terhingga! Namun demikian, tiada berguna bagi begitu banyak, banyak sekali jiwa-jiwa.

Tetapi pada waktu itu Aku telah sepenuhnya siap untuk menghadapi segala hal lainnya, dan Kehendak-Ku tunduk pada kegenapan Passio-Ku.

Wahai manusia, jika Aku menderita, sudahlah pasti tidak akan tanpa buah ataupun tanpa alasan. Buah-buah yang Aku peroleh adalah Kemuliaan dan Kasih. Sekarang terserah kalian, dengan bantuan-Ku, untuk menunjukkan kepada-Ku bahwa kalian mensyukuri karya-Ku.

Aku tidak pernah lelah! Datanglah kepada-Ku! Datanglah kepada Dia yang berkobar-kobar dalam Kasih kepada kalian dan Dia yang hanya tahu bagaimana memberikan kepada kalian Kasih sejati yang bertahta di Surga dan yang mengubah kalian sekarang di dunia.

Jiwa-jiwa yang mencicipi dahaga-Ku, minumlah dari Cawan kepahitan dan kemuliaan-Ku, sebab Aku berkata kepada kalian bahwa Bapa menghendaki mencadangkan beberapa tetes dari Cawan ini tepat untuk kalian. Pikirkanlah mengenai sedikit tetes yang diambil dari-Ku dan kemudian, jika kalian percaya, katakanlah kepada-Ku bahwa kalian tidak menghendakinya. Aku tidak menetapkan batasan dan demikian pula hendaknya kalian. Aku dihancurbinasakan tanpa belas kasihan. Demi kasih, sepatutnyalah kalian mengijinkan-Ku menghancurbinasakan kebanggaan dirimu.

Aku-lah Dia yang berkarya dalam diri kalian, sama seperti BapaKu berkarya dalam DiriKu ketika di Taman.

Aku-lah Dia yang memberikan penderitaan kepada kalian agar suatu hari kelak kalian dapat berbahagia. Taatlah senantiasa; taatlah dalam meneladani Aku sebab ini akan banyak membantu kalian dan akan sungguh menyenangkan Aku. Janganlah kehilangan suatupun, melainkan perolehlah kasih. Bagaimanakah mungkin Aku akan membiarkan jiwa-jiwa yang Aku kasihi menderita kehilangan yang sesungguhnya sementara mereka berusaha menunjukkan kasih kepada-Ku?

Aku menantimu. Aku senantiasa menanti dan Aku tidak akan lelah. Datanglah kepada-Ku; datanglah seperti apa adanya engkau, tak mengapa asalkan engkau datang. Maka engkau akan melihat bahwa Aku akan menghiasi kepalamu dengan perhiasan-perhiasan, dengan butiran-butiran Darah yang Aku curahkan di Getsemani - butiran-butiran itu adalah milikmu, jika engkau menghendakinya. Datanglah, jiwa, datanglah kepada Yesus yang memanggilmu.

Aku mengatakan: BapaKu; Aku tidak mengatakan: AllahKu. Inilah yang hendak Aku ajarkan kepadamu: apabila hatimu menderita begitu hebat, hendaklah engkau katakan “Bapa-ku” dan mohonlah penghiburan dari-Nya. Tunjukkanlah kepada-Nya penderitaanmu, ketakutanmu, dan dengan mengaduh ingatkanlah Dia bahwa kalian adalah anak-anak-Nya. Katakanlah kepada-Nya bahwa jiwamu tak lagi sanggup menanggungnya! Mohonlah dengan kepercayaan seorang kanak-kanak dan nantikanlah, sebab Bapa-mu akan menolongmu; Ia akan memberimu dan jiwa-jiwa yang percaya, kekuatan yang diperlukan untuk menghadapi pencobaan-pencobaanmu….

Inilah Cawan yang Aku terima dan Aku teguk hingga tetes terakhir. Semuanya demi mengajarkan kepada kalian, anak-anak terkasih, untuk tidak pernah lagi percaya bahwa penderitaan adalah sia-sia. Jika kalian tidak melihat hasilnya senantiasa dicapai, serahkanlah penghakimanmu dan ijinkanlah Kehendak Ilahi digenapi dalam diri kalian.

Aku tidak mundur. Sebaliknyalah, tahu bahwa di Tamanlah mereka akan menangkap-Ku, Aku tinggal di sana. Aku tak ingin melarikan diri dari para musuh-Ku….

Puteri-Ku, malam ini ijinkanlah Darah-Ku mengairi serta menguatkan akar-akar ketiadaanmu.

A SILENT LOVE


A SILENT LOVE
Once, there was a couple who love very much each other. From the very begining, the girl's family objected strongly on her dating this guy. Saying that it has got to do with family background & that the girl will have to suffer for the rest of her life if she were to be with him.
Due to family's pressure, the couple quarrel very often. Though the girl love the guy deeply, but she always ask him: "How deep is your love for me?"
As the guy is not good with his words, this often cause the girl to be very upset. With that & the family's pressure, the girl often vent her anger on him. As for him, he only endure it in silence.

After a couple of years, the guy finally graduated & decided to further his studies in overseas. Before leaving, he proposed to the girl: "I'm not very good with words. But all I know is that I love you. If you allow me, I will take care of you for the rest of my life. As for your family, I'll try my best to talk them round. Will you marry me?"
The girl agreed, & with the guy's determination, the family finally gave in & agreed to let them get married. So before he leave, they got engaged.
The girl went out to the working society, whereas the guy was overseas, continuing his studies. They sent their love through emails & phone calls. Though it's hard, but both never thought of giving up.

One day, while the girl was on her way to work, she was knocked down by a car that lost control. When she woke up, she saw her parents beside her bed. She realized that she was badly injured. Seeing her mum crying, she wanted to comfort her. But she realized that all that could come out of her mouth was just a sigh. She has lost her voice......
The doctors says that the impact on her brain has caused her to lose her voice. Listening to her parents' comfort, but with nothing coming out from her, she broke down.

During the stay in hospital, besides silence cry,.....it's still just silence cry that companied her. Upon reaching home, everything seems to be the same. Except for the ringing tone of the phone. Which pierced into her heart every time it rang. She does not wish to let the guy know. & not wanting to be a burden to him, she wrote a letter to him saying that she does not wish to wait any longer.
With that, she sent the ring back to him. In return, the guy sent millions & millions of reply, and countless of phone calls,.. all the girl could do, besides crying, is still crying....
The parents decided to move away, hoping that she could eventually forget everything & be happy.

With a new environment, the girl learn sign language & started a new life. Telling herself everyday that she must forget the guy. One day, her friend came & told her that he's back. She asked her friend not to let him know what happened to her. Since then, there wasn't anymore news of him.

A year has passed & her friend came with an envelope, containing an invitation card for the guy's wedding. The girl was shattered. When she open the letter, she saw her name in it instead.
When she was about to ask her friend what's going on, she saw the guy standing in front of her. He used sign language telling her "I've spent a year's time to learn sign language. Just to let you know that I've not forgotten our promise. Let me have the chance to be your voice. I Love You. With that, he slipped the ring back into her finger. The girl finally smiled.

istilah kesehatan

ISTILAH KESEHATAN
Aerobik adalah olahraga yang dilakukan secara terus-menerus dimana kebutuhan oksigen masih dapat dipenuhi tubuh.
Akomodasi adalah kemampuan lensa mata untuk menebal dan menipis.
Bugar adalah kemampuan tubuh untuk melakukan kegiatan sehari-hari tanpa menimbulkan kelelahan fisik dan mental yang berlebihan.
Cairan sendi (sinovial) adalah cairan agak kental dan bening yang terdapat dalam sendi gerak dan berperan sebagai pelumas sendi.
Chyme atau kim adalah makanan setelah melewati lambung menjadi bentuk bubur makanan.
Gigi seri atau Incisivi (I) adalah gigi yang memiliki fungsi untuk menggigit dan memotong.
Gigi taring atau Caninus (C) adalah gigi yang memiliki fungsi untuk menyobek.
Indeks Massa Tubuh (IMT) = (Berat Badan Dalam kg : Tinggi Badan dalam M2).
Iris adalah bagian mata yang berfungsi mengatur jumlah cahaya yang masuk ke dalam mata melewati pupil.
Kekuatan Otot : kontraksi maksimal yang dihasilkan otot, merupakan kemampuan untuk membangkitkan tegangan terhadap suatu tahanan.
Kornea adalah bagian mata yang berfungsi melindungi lensa mata.
Kuratif adalah usaha kesehatan dengan pengobatan penyakit.
Peyer’s patchs adalah kumpulan kelenjar limfe (nodus limfatikus) pada mukosa usus halus yang berperan dalam pertahanan tubuh.
Penyakit jantung koroner adalah penyakit jantung yang disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah koroner.
Preventif adalah usaha pencegahan penyakit.
Promotif adalah usaha peningkatan derajat kesehatan.
Rehabilitatif adalah usaha kesehatan dengan pemulihan kesehatan.
Saluran Eustachii adalah saluran menghubungkan ruang telinga tengah dengan rongga faring
Sedentari adalah gaya hidup duduk terus-menerus dalam bekerja dan kurang gerak ditambah penyakit kardiovaskular
Sehat adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.
Selaput lendir atau mukosa adalah lapisan paling dalam yang terdiri atas sel-sel yang selalu mengeluarkan lendir encer dan bening.
Silent heart attack adalah serangan jantung yang tidak memberikan gejala.
Tulang keras adalah tulang yang bahan penyusun utamanya terdiri atas serabut-serabut tulang dan garam-garam kalsium posfat.
Tulang rawan (lunak) adalah tulang yang bahan penyusun utamanya terdiri atas serabut-serabut tulang rawan tanpa garam-garam kalsium posfat.
VO2 max adalah volume oksigen yang tubuh dapat gunakan saat bekerja sekeras mungkin.

KRATON SURAKARTA


KRATON SURAKARTA


PENDAHULUAN

Indonesia banyak sekali "menyimpan" bangunan kuno dan benda-benda purbakala (heritage) berupa peninggalan yang bersejarah sebagai warisan dari nenek moyang kita. Heritage berupa bangunan banyak sekali bertebaran di tanah air. Keberadaan benda-benda bersejarah tersebut tidak terlepas dari perjalanan sejarah. Meskipun wujudnya kini tidak seindah dan semegah dulu lagi, tetapi obyek-obyek tersebut layak untuk dikenal. Bangunan-bangunan tersebut saat ini ada yang sedang direnovasi, ada yang direkonstruksi dan ada yang direvitalisasi.

Banyak juga gedung bersejarah yang menjadi cagar budaya ini tergusur oleh bangunan komersial. Satu persatu bangunan bersejarah tersebut hilang dan berubah fungsi, ada yang berubah menjadi kompleks pertokoan, apartemen dan perumahan mewah. Padahal bangunan-bangunan yang punah tersebut mempunyai nilai arsitektur yang tinggi, di samping nilai historis yang tinggi. Hal ini menandakan kesadaran masyarakat akan arti penting benda-benda bersejarah masih kurang di samping kebijakan yang tidak tepat. Tumbuhnya kesadaran diri untuk menjaga dan mempelajari benda bersejarah dengan arsitektur yang tinggi ini akan membuat kita dapat lebih memahami budaya para pendahulu untuk kepentingan masa depan. Biasanya, bangunan-bangunan tua tersebut berada di kawasan yang dinamakan kota lama. Mungkin nama tersebut mengacu pada bangunan-bangunannya yang berumur tua dan mempunyai sejarah yang panjang.



BAB I
KRATON KASUNANAN SURAKARTA


Kota Solo atau Kota Surakarta adalah kota kuno yang dibangun oleh Paku Buwana II. Riwayat kota ini tidak bisa lepas dari sejarah Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang merupakan penerus trah Kerajaan Mataram Islam yang dibangun oleh Panembahan Senopati. Keraton Mataram Islam memang beberapa kali berpindah tempat, pertama dari Keraton Kotagede (Kota Yogyakarta) berpindah ke Keraton Plered (Kab. Bantul) pada masa Amangkurat I, kemudian pada masa Amangkurat II berpindah ke Keraton Kartasura (Kab. Sukoharjo) karena Keraton Plered rusak akibat pemberontakan Trunojoyo. Keraton Kartasura digunakan oleh Amangkurat II hingga masa Paku Buwana II (antara tahun 1680—1742 Masehi).

Pada masa pemerintahan Paku Buwana II, terjadi peristiwa “Geger Pecinan”, yaitu pemberontakan laskar-laskar Cina yang didukung oleh beberapa pangeran dan kerabat raja. Menurut www.kratonsurakarta.com, pemberontakan ini dimulai sejak 1740 ketika VOC memberlakukan kebijakan untuk mengurangi jumlah orang Cina di Batavia, sehingga banyak orang Cina yang mengungsi ke wilayah Jawa Tengah dan membentuk laskar-laskar perlawanan. Pelarian laskar-laskar Cina tersebut ternyata mendapat dukungan dari para bupati di wilayah pesisir. Secara diam-diam, Paku Buwana II juga mendukung gerakan perlawanan laskar Cina terhadap VOC ini melalui patih kerajaan, yaitu Adipati Natakusuma. Tujuannya untuk memukul mundur kekuasaan VOC di wilayah kekuasaan Mataram Kartasura. Namun, melihat Kota Semarang yang menjadi pusat VOC di Timur Batavia tidak kunjung jatuh ke tangan orang-orang Cina, Paku Buwana II menarik dukungannya dan kembali memihak VOC untuk memerangi perlawanan laskar Cina. Untuk menutupi kecurigaan VOC, Susuhunan (artinya ‘yang disembah‘, sebutan untuk Raja) menangkap Adipati Natakusuma yang akhirnya dihukum buang ke Sailon (Srilanka). Akan tetapi, ternyata kekuatan pasukan Cina tidak berangsur surut, melainkan tambah kuat dengan dukungan Bupati Pati, Bupati Grobogan, dan beberapa kerabat raja. Bahkan laskar Cina ini mampu mengangkat Mas Garendi (cucu Amangkurat III) sebagai penguasa yang baru atas kerajaan Mataram Kartasura dengan gelar Sunan Kuning (yang bermakna raja yang didukung oleh orang Cina).

Pada tahun 1742, pihak kerajaan makin terdesak, sehingga Raja, kerabat, dan pengikutnya yang masih setia harus mengungsi ke Ponorogo, Jawa Timur. Para pemberontak berhasil menduduki dan merusak bangunan Keraton Kartasura. Pemberontakan baru dapat dipadamkan setelah Paku Buwana II dibantu pasukan VOC menyerbu laskar Cina (http://id.wikipedia.org). Meskipun kembali bertahta, namun Susuhunan merasa pusat kerajaan di Keraton Kartasura tidak layak lagi untuk ditempati. Sebab, menurut kepercayaan Jawa, keraton yang sudah rusak telah kehilangan “wahyu”. Oleh sebab itu, maka Susuhunan kemudian menugaskan Adipati Pringgalaya, Adipati Sindureja, Mayor Higendorp, serta beberapa ahli nujum seperti Tumenggung Hanggawangsa, Mangkuyuda, serta Puspanegara untuk mencari lokasibaru(www.kratonsurakarta.com).

Setelah melalui berbagai pertimbangan, maka Desa Solo ditetapkan sebagai lokasi baru untuk menggantikan Keraton Kartasura. Pembangunan keraton dilakukan dari tahun 1743 hingga 1745. Konstruksi bangunan keraton menggunakan bahan kayu jati yang diperoleh dari Alas Kethu di dekat Kota Wonogiri. Yang menarik, salah satu arsitek pembangunan keraton ini adalah Pangeran Mangkubumi, kerabat Susuhunan yang kelak memberontak dan berhasil mendirikan Kesultanan Yogyakarta dengan gelar Sultan Hamengku Buwana I. Sehingga tidak mengherankan jika bangunan Keraton Yogyakarta memiliki banyak kemiripan dengan Keraton Surakarta. Setelah pembangunan selesai, keraton baru yang diberi nama Keraton Surakarta Hadiningrat tersebut resmi digunakan oleh raja pada tanggal 17 Februari 1745 (atau Rabu Pahing 14 Sura 1670 Penanggalan Jawa, Wuku Landep, Windu Sancaya).

Keraton Surakarta yang dapat dilihat sekarang bukan bentuk asli dari bangunan awal pada masa Paku Buwana II. Secara bertahap, bangunan keraton telah beberapa kali mengalami renovasi meskipun tetap mempertahankan pola dasar tata ruang aslinya. Renovasi secara besar-besaran dilakukan pada masa Paku Buwana X yang bertahta antara 1893—1939. Dalam renovasi terbesar ini, bangunan keraton mulai mengadopsi gaya bangunan Eropa dengan nuansa warna putih dan biru yang menjadi warna khas kerajaan.

Wisatawan yang ingin menikmati peninggalan sejarah Kerajaan Mataram Surakarta ini diwajibkan untuk mematuhi berbagai peraturan, seperti tidak memakai topi, kacamata hitam, celana pendek, sandal, serta jaket. Bagi wisatawan yang memakai celana pendek, dapat meminjam kain bawahan untuk digunakan selama mengelilingi kawasan keraton.

1.a. Keistimewaan

Mengunjungi Keraton Solo, dari arah depan Anda akan menyaksikan susunan kota lama khas Jawa, yaitu sebuah bangunan keraton yang dikitari oleh Alun-alun, Pasar Klewer, dan Masjid Agung Surakarta. Memasuki bagian depan keraton, wisatawan dapat melihat bangunan yang disebut Sasana Sumewa dan sebuah meriam berbahan perunggu bernama Kiai Rancawara. Bangunan ini dahulu digunakan sebagai tempat Pasewakan Agung, yaitu pertemuan antara Raja dan para bawahannya. Di tempat ini wisatawan masih bisa menyaksikan Dhampar Kencana (singgasana raja) yang terletak di Siti Hinggil Lor (Siti Hinggil bermakna tanah yang ditinggikan sebagai tempat kedudukan raja). Pengunjung dilarang menaiki area ini, sebab tempat tersebut sangat dihormati dan dianggap keramat.

Dari Siti Hinggil, wisatawan akan memasuki Kori Renteng dan Kori Mangu (kori bermakna pintu, renteng bermakna pertentangan dalam hati, sementara mangu berarti ragu-ragu). Pada bagian selanjutnya, wisatawan melewati Kori Brojonolo (brojo = senjata, nolo = pikiran). Jadi, mereka yang melewati pintu-pintu ini diminta untuk meneguhkan hati, membuang rasa ragu, dan memantapkan pikiran untuk selalu waspada (http://earief.wordpress.com). Pada bagian selanjutnya, pengunjung akan sampai di pelataran Kamandungan Lor, kemudian Sri Manganti dan akhirnya mengunjungi museum keraton yang bernama Museum Keraton Surakarta Hadiningrat.

Museum Keraton Surakarta

Di museum ini, wisatawan dapat menyaksikan benda-benda peninggalan Keraton Kasunanan Surakarta serta beberapa fragmen candi yang ditemukan di Jawa Tengah. Pada ruang pertama, pengunjung dapat melihat benda-benda yang pernah digunakan sebagai alat memasak abdi dalem (pembantu raja), seperti dandang, mangkuk, serta beberapa peralatan dari gerabah. Ada juga ruangan yang digunakan untuk memamerkan senjata-senjata kuno, seperti tombak, pedang, meriam, hingga pistol jaman dulu yang digunakan oleh keluarga keraton. Berbagai peralatan kesenian yang biasa ditampilkan di Keraton Surakarta, seperti gamelan dan topeng, juga dipamerkan di museum ini. Koleksi menarik lainnya yang dapat dinikmati adalah kereta kencana, dayung sampan sepanjang 5 meter, serta topi kebesaran Paku Buwana VI, Paku Buwana VII, serta Paku Buwana X. Apabila ingin mengetahui sejarah pembagian Kerajaan Surakarta dan Yogyakarta berdasarkan Perjanjian Giyanti 1755, wisatawan dapat melihat silsilah para penguasa dan penerus Mataram Islam yang berpuncak pada Panembahan Senopati, raja pertama Mataram Islam.

Setelah puas menimba pengetahuan sejarah di Museum Keraton Surakarta, wisatawan bisa beranjak menuju Sasana Sewaka yang berada di samping museum. Pada halaman Sasana Sewaka yang dihiasi oleh pohon sawo kecik, wisatawan diharuskan melepas alas kaki untuk berjalan di hamparan pasir halus yang diambil dari Gunung Merapi dan pantai Parangkusumo. Di lingkungan Sasana Sewaka ini, wisatawan dilarang mengambil atau membawa pasir halus yang terdapat di tempat tersebut.

Di kawasan ini juga terdapat sebuah menara yang disebut Panggung Sanggabuwana. Konon, menara tersebut digunakan oleh Susuhunan untuk bersemedi dan bertemu dengan Nyai Rara Kidul, penguasa Pantai Selatan. Selain sebagai tempat semedi, Panggung Sanggabuwana sebetulnya juga berfungsi sebagai menara pertahanan, yaitu untuk mengontrol keadaan di sekeliling keraton. Keraton Kasunanan Surakarta memiliki luas sekitar 500 meter X 700 meter yang dikelilingi oleh dinding pertahanan (benteng) yang disebut Baluarti. Dinding tersebut mengelilingi keraton setinggi 3 hingga 5 meter, tebal sekitar 1 meter, dengan bentuk persegi panjang.

c. Lokasi

Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat terletak di Pusat Kota Solo, yaitu di Kelurahan Baluwarti, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia.
d. Akses

Kota Solo merupakan kota perlintasan Yogyakarta—Surabaya. Dari Yogyakarta, Solo terletak sekitar 65 kilometer arah Timur, sementara dari Surabaya, Kota Solo terletak sekitar 285 kilometer arah Barat. Dari kota besar lainnya, yaitu dari Semarang, Solo terletak sekitar 100 kilometer arah Tenggara. Untuk menuju Kota Solo, wisatawan dapat memanfaatkan transportasi udara mendarat di Bandar Udara Adi Sumarmo, Solo, atau menggunakan jasa bus dan kereta menuju Terminal Tirtonadi dan Stasiun Balapan Solo. Dari Bandara, terminal, maupun stasiun, wisatawan dapat memanfaatkan bus kota, angkot, taksi, maupun andong untuk menuju ke pusat kota mengunjungi Keraton Surakarta.

e. Harga Tiket

Wisatawan yang hendak berkunjung ke Keraton Surakarta dikenai biaya tiket sebesar Rp4.000,00 per orang. Jika membawa kamera, dikenakan tiket tambahan sebesar Rp2.000,00. Keraton Surakarta melayani kunjungan wisatawan setiap Senin hingga kamis pada pukul 09.00—14.00 WIB. Pada hari Sabtu dan Minggu pukul 09.00—15.00 WIB. Sementara hari Jumat tutup.

Apabila wisatawan berminat mengunjungi Museum Keraton Surakarta yang berada di dalam kompleks keraton, wisatawan akan dikenakan tiket tambahan, yaitu Rp4.000,00 untuk wisatawan domestik, dan Rp8.000,00 untuk wisatawan mancanegara. Untuk izin memotret, dikenakan tiket sebesar Rp2.000,00 untuk tiap kamera. Bagi pengunjung yang datang berombongan akan dikenai potongan tiket sebesar Rp500,00 per orang. Museum ini buka pada hari Senin hingga Kami pukul 09.00—14.00 WIB, Sabtu hingga Minggu pukul 09.00—15.00 WIB, sedangkan pada hari Jumat tutup.

f. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya

Kawasan keraton telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang diperuntukkan bagi wisatawan, seperti pemandu wisata, peminjaman pakaian khas Jawa, brosur wisata, serta toilet. Untuk keperluan Shalat, wisatawan dapat memanfaatkan Masjid Agung Surakarta yang terletak tidak jauh di depan keraton. Mengunjungi ini tentu belum lengkap jika tidak berbelanja baju batik atau benda-benda seni sebagai cenderamata yang dijual di sekitar keraton. Untuk memburu koleksi baju batik yang lebih lengkap, wisatawan dapat berjalan kaki menuju Pasar Klewer yang berjarak sekitar 200 meter dari Keraton Surakarta.
Sebagai sebuah kota transit yang berkembang pesat, Kota Surakarta juga telah memiliki berbagai fasilitas penginapan berupa hotel melati maupun hotel berbintang. Di kota ini juga tidak sulit untuk mencari rumah makan yang menyajikan menu masakan khas Solo, maupun menu makanan internasional.


PURA MANGKUNEGARAN

Pura (Puro) Mangkunegaran adalah istana tempat kediaman Sri Paduka Mangkunagara di Surakarta dan dibangun setelah tahun 1757 dengan mengikuti model keraton yang lebih kecil.

Secara arsitektur bangunan ini memiliki ciri yang sama dengan keraton, yaitu pada pamedan, pendopo, pringgitan, dalem, dan kaputran, yang seluruhnya dikelilingi oleh tembok yang kokoh.

Pura ini dibangun setelah Perjanjian Salatiga yang mengawali pendirian Praja Mangkunegaran dan dua tahun setelah dilaksanakannya Perjanjian Giyanti yang isinya membagi pemerintahan Jawa menjadi Kesultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakartaoleh VOC (Kumpeni) pada tahun 1755. Kerajaan Surakarta terpisah setelah Pangeran Raden Mas Said terus memberontak pada VOC (Kumpeni) dan atas dukungan sunan mendirikan kerajaan sendiri tahun 1757. Raden Mas Said memakai gelar Mangkunegoro I dan membangun wilayah kekuasaannya di sebelah barat tepian Sungai Pepe (Kali Pepe) di pusat kota yang sekarang bernama Solo.

Seperti bangunan utama di keraton Surakarta dan keraton Yogyakarta, Puro Mangkunegaran mengalami beberapa perubahan selama puncak masa pemerintahan kolonial Belanda di Jawa Tengah. Perubahan ini tampak pada ciri dekorasi Eropa yang popular saat itu.

A. Bagian-bagian bangunan

A.1 Pamedan

Setelah pintu gerbang utama akan tampak pamedan, yaitu lapangan perlatihan prajurit pasukan Mangkunegaran. Bekas pusat pasukan kuda, gedung kavaleri ada di sebelah timur pamedan. Pintu gerbang kedua menuju halaman dalam tempat tempat berdirinya Pendopo Agung yang berukuran 3.500 meter persegi. Pendopo yang dapat menampung lima sampai sepuluh ribu orang orang ini, selama bertahun-tahun dianggap pendopo yang terbesar di Indonesia. Tiang-tiang kayu berbentuk persegi yang menyangga atap joglo diambil dari pepohonan yang tumbuh di hutan Mangkunegaran di perbukitan Wonogiri. Seluruh bangunan ini didirikan tanpa menggunakan paku. Di pendopo ini terdapat empat set gamelan, satu di gunakan secara rutin dan tiga lainnya digunakan hanya pada upacara khusus.

A..2 Pendhapa

Warna kuning dan hijau yang mendominasi pendopo adalah warna pari anom (padi muda) warna khas keluarga Mangkunegaran. Hiasan langit-langit pendopo yang berwarna terang melambangkan astrologi Hindu-Jawa dan dari langit-langit ini tergantung deretan lampu gantung antik. Pada mulanya orang-orang yang hadir di pendopo duduk bersila di lantai. Kursi baru diperkenalkan pada akhir abad ke-19 waktu pemerintahan Mangkunagara VI.
A.3 Pringgitan

Tempat di belakang pendopo terdapat sebuah beranda terbuka, yang bernama Pringgitan, yang mempunyai tangga menuju Dalem Ageng, sebuah ruangan seluas 1.000 meter persegi, yang secara tradisional merupakan ruang tidur pengantin kerajaan, sekarang berfungsi sebagai museum. Selain memamerkan petanen (tempat persemayaman Dewi Sri) yang berlapiskan tenunan sutera, yang menjadi pusat perhatian pengunjung, museum ini juga memamerkan perhiasan, senjata-senjata, pakaian-pakaian, medali-medali, perlengkapan wayang, uang logam, gambar raja-raja Mangkunegaran dan benda-benda seni.
A.4 Dalem Ageng

Di bagian tengah Puro Mangkunegaran di belakang Dalem Ageng, terdapat tempat kediaman keluarga mangkunegaran. Tempat ini, yang masih memiliki suasana tenang bagaikan di rumah pedesaan milik para bangsawan, sekarang digunakan oleh para keluarga keturunan raja. Taman di bagian dalam yang ditumbuhi pohon-pohon yang berbunga dan semak-semak hias, juga merupakan cagar alam dengan sangkar berisi burung berkicau, patung-patung klasik model Eropa, serta kupu-kupu yang berwarna-warni dengan air pancur yang bergerak-gerak dibawah sinar matahari. Menghadap ke taman terbuka, adalah Beranda Dalem, yang bersudut delapan, dimana terdapat tempat lilin dan perabotan Eropa yang indah. Kaca-kaca berbingkai emas terpasang berjejer di dinding. Dari beranda menuju ke dalam tampak ruang makan dengan jendela kaca berwarna gambar yang berisi pemandangan di Jawa, ruang ganti dan rias para putri raja, serta kamar mandi yang indah.

Sisa peninggalan yang masih tampak jelas pada saat ini adalah perpustakaan yang didirikan pada tahun 1867 oleh Mangkunagara IV. Perpustakaan tersebut terletak dilantai dua, diatas Kantor Dinas Urusan Istana di sebelah kiri pamedan. Perpustakaan yang daun jendela kayunya dibuka lebar-lebar agar sinar matahari dapat masuk, sampai sekarang masih digunakan oleh para sejarahwan dan pelajar. Mereka dapat menemukan manuskrip yang bersampul kulit, buku-buku berbagai bahasa terutama bahasa Jawa, banyak koleksi-koleksi foto yang bersejarah dan data-data mengenai perkebunan dan pemilikan Mangkunegaran yang lain.