Dia : kenapa sulit sekali kita memiliki perasaan orang lain ?
Aku : maksudnya ?
Dia : bahwa kita harus memiliki perasaan itu ?
Aku : pernahkah kita berfikir, bahwa kita sudah cukup egois untuk menyimpan perasaan sendiri, menikmatinya,tidak pernah berbagi, sehingga tidak pernah diutarakan ?
Dia : cinta dalam hati…
Aku : menurut kamu ? egoiskah orang yang hanya mencintai dalam hati ?
Dia : Tidak… mungkin karena waktu yang belum bisa memberikan
kesempatan.
Aku : bukan Cuma tidak pernah diberikan kesempatan, tapi juga begitu
banyak perhitungan.
Dia : cinta harus dihitung ya ? seperti matematika ?
Aku : Bukan Cuma harus dihitung, tapi juga harus dipertimbangkan. Pernah mencintai seseorang, yang bukan hak kita untuk mencintainya ?
Dia : Tak bisa memiliki ?
Aku : maksudnya ?
Dia : bahwa kita harus memiliki perasaan itu ?
Aku : pernahkah kita berfikir, bahwa kita sudah cukup egois untuk menyimpan perasaan sendiri, menikmatinya,tidak pernah berbagi, sehingga tidak pernah diutarakan ?
Dia : cinta dalam hati…
Aku : menurut kamu ? egoiskah orang yang hanya mencintai dalam hati ?
Dia : Tidak… mungkin karena waktu yang belum bisa memberikan
kesempatan.
Aku : bukan Cuma tidak pernah diberikan kesempatan, tapi juga begitu
banyak perhitungan.
Dia : cinta harus dihitung ya ? seperti matematika ?
Aku : Bukan Cuma harus dihitung, tapi juga harus dipertimbangkan. Pernah mencintai seseorang, yang bukan hak kita untuk mencintainya ?
Dia : Tak bisa memiliki ?

